Thursday, March 19, 2026
Friday, October 28, 2022
MENYEBARKAN VIRUS KEBAIKAN
Oleh: Ratna Dewi, S,Pd. (SRB Provinsi Banten 2022)
ASAL VIRUS PEMBATIK
Level 1, 2, dan 3 dalam kegiatan PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK)
yang diselenggarakan oleh kemdikbudristek melalui laman simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ telah saya lalui. Memasuki level 4
ini, PembaTIK memiliki tema yaitu berbagi dan berkolaborasi. Ketika mendengar kata
tersebut, saya menyadari bahwa inilah saatnya bagi saya untuk berbagi ilmu yang
saya miliki kepada orang-orang di sekitar saya. Saya seolah mendapatkan misi
yang besar dari kegiatan pelatihan PembaTIK ini. Misi ini sangat menantang
karena telah menyeret saya untuk keluar dari zona nyaman yang semula hanya
sebagai ‘penyimak yang baik’ kini harus mampu berbicara di depan banyak orang untuk
menyebarkan virus kebaikan yaitu tentang implementasi praktik baik saya di
kelas, manfaat portal Rumah Belajar dan PMM dalam kegiatan pembelajaran, serta mengajak
bapak/ibu guru di Kota Cilegon turut serta meningkatkan kemampuan TIK melalui pelatihan
PembaTIK tahun depan.
SOLE,
RUMBEL, PMM, DAN KUE GIPANG
Model pembelajaran SOLE (Self, Organized, Learning, Environment) saya pilih untuk diimplementasikan dalam pembelajaran struktur teks prosedur di kelas 7 SMP. Model pembelajaran SOLE menjadi alternatif kegiatan pembelajaran yang akan menyadarkan peserta didik bahwa mereka mampu belajar secara mandiri dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh guru di kelas. Dalam hal ini, peserta didik dapat mengeksplor dan menginvestigasi dari berbagai sumber dengan memanfaatkan gawai yang dimilikinya.
Gambar 1. Sintaks SOLE
Dalam kegiatan pembelajaran ini, saya memanfaatkan portal Rumah Belajar
yaitu fitur Sumber Belajar. Peserta didik mencari video pembelajaran tentang
Struktur teks prosedur.
Gambar 2.
Pencarian materi video pembelajaran di fitur Sumber Belajar
Mereka menyimak dan belajar untuk memahami apa itu stuktur teks prosedur?
Bagaimana penerapannya ke dalam sebuah teks? Disela-sela kegiatan tersebut,
saya membuka Platform Merdeka Mengajar (PMM), fitur perangkat ajar untuk mengunduh bahan ajar tentang struktur teks prosedur. Kemudian, membagikannya melalui WA
Group. Setelah menyimak video materi pembelajaran, mereka membaca dengan
seksama tentang bahan ajar yang saya bagikan.
Ada beberapa peserta didik yang bertanya untuk meyakinkan pemahaman
mereka tentang materi itu. Saya senang dengan reaksi mereka. Lalu, saya jawab
dengan menjelaskannya secara umum saja, karena nanti di akhir pembelajaran akan
ada sesi evaluasi dan refleksi terhadap pembelajaran. Selain itu, saya ingin
agar mereka menjadi penasaran dan mencari tahu lebih lanjut secara mandiri
melalui gawainya masing-masing.
Pembelajaran struktur teks prosedur ini saya integrasikan dengan
kearifan lokal makanan khas Provinsi Banten yaitu kue gipang. Seluruh peserta
didik yang ada di kelas pada saat itu sudah tidak asing dengan bentuk dan rasa
kue gipang karena di daerah Kota Cilegon, makanan ini seperti makanan wajib
saat perayaan hari raya idul fitri. Suasana tak lengkap rasanya tanpa gipang.
Proses pembuatan gipang kurang familiar di kalangan anak muda zaman
now. Hal ini terlihat saat kegiatan apersepsi, hanya ada beberapa peserta
didik yang mengetahui proses pembuatan gipang. Oleh karena itu, untuk
mengkonkretkan pemahaman mereka, saya menugaskan agar mereka mencari tahu
tentang cara pembuatan gipang yang dapat diakses dalam bentuk artikel melalui google
maupun video di youtube.
https://www.youtube.com/watch?v=1qtdSqTa1q8
Gambar 3. Pembuatan Gipang Kekinian Khas Kota Cilegon
Setelah pemahaman peserta didik tentang struktur teks prosedur dan cara
membuat kue gipang sudah konkret, barulah mereka dapat mengerjakan Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) yang saya berikan sebelumnya secara berkelompok.
Lihat video selengkapnya tentang kegiatan implementasi model pembelajaran SOLE dengan
memanfaatkan portal Rumah Belajar dan PMM serta terintegrasi dengan kearifan lokal
makanan khas Provinsi Banten yaitu kue gipang.
BERBAGI DENGAN KELUARGA BESAR
Bukankah ilmu harus dibagi meskipun hanya sedikit?
Berbekal
keyakinan tersebut, saya meminta ijin kepada ketua MGMP Bahasa Indonesia Kota
Cilegon sebagai tempat pertama untuk menyemai praktik baik saya tentang
implementasi model pembelajaran SOLE dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar
dan PMM (Platform Merdeka Mengajar) di kelas 7 SMPN 4 Cilegon. Tak lupa saya
integrasikan pula dengan kearifan lokal Provinsi Banten, yaitu kue gipang.
MGMP Bahasa Indonesia Kota Cilegon merupakan keluarga besar saya dalam
menimba dan berbagi ilmu. Saya melaksanakan kegiatan berbagi pada hari Senin,
24 Oktober 2022, pukul 11.00 WIB, bertempat di SMP Negeri 1 Cilegon. Dalam
kegiatan tersebut hadir sejumlah 60 orang bapak/ ibu guru mata pelajaran Bahasa
Indonesia dari berbagai SMP negeri dan swasta se-Kota Cilegon, serta dihadiri
oleh Ketua Sanggar MGMP Bahasa Indonesia Kota Cilegon.
Dalam kegiatan tersebut, saya dibantu oleh Bu Wulan yang juga merupakan SRB Provinsi Banten 2022. Beliau bertugas untuk menampilkan slide presentasi di laptop saya. Bu Wulan sudah mendisiminasikan praktik baiknya di tempat ini minggu lalu. Kini tibalah giliran saya.
Puji syukur, alhamdulillah, kegiatan berbagi praktik baik berjalan dengan baik. Ada yang memberi saran dan semangat, baik secara langsung maupun melalui whatssapp atau komentar positif di youtube, ada pula yang mendo’akan dengan tulus semoga kegiatan PembaTIK di kalangan para guru di Kota Cilegon dapat menjadi budaya untuk terus belajar dan akrab dengan TIK karena kita telah memasuki era 4.0, bahkan 5.0. Ajakan untuk mengikuti kegiatan PembaTIK juga saya utarakan agar rekan-rekan guru Bahasa Indonesia dapat memanfaatkan teknologi, salah satunya dengan menggunakan portal Rumah Belajar dalam kegiatan pembelajaran.
BERBAGI
HINGGA KE AKAR
Akar adalah cikal bakal sebuah pohon dapat tumbuh subur menjulang tinggi
ke langit. Akar dalam dunia pendidikan pada konteks ini adalah seorang
pemimpin, yaitu kepala sekolah. Setelah berbagi praktik baik di kegiatan MGMP
usai, saya langsung melaju ke Hotel Forbis Cilegon sebagai tempat berbagi saya
selanjutnya.
Audience saya kali ini adalah Kepala Sekolah Dasar
Negeri se-Kota Cilegon. Ada 149 orang kepala sekolah dasar negeri yang hadir di
sana. Saya mendapatkan jadwal pukul 15.00-16.00 WIB untuk sharing
tentang praktik baik yang saya lakukan di kelas, Informasi tentang Rumah
Belajar, pemanfaatan PMM dalam kegiatan pembelajaran, serta ajakan untuk mengikuti
kegiatan PembaTIK tahun depan untuk para guru di sekolahnya masing-masing.
Awalnya, saya merasa cukup deg-degan dan grogi, namun hal itu terlewati
seiring dengan berjalannya acara. Mereka
menyambut saya dengan hangat dan antusias. Hal ini terlihat saat selesai acara
di belakang panggung, para bapak/ibu kepala sekolah menanyakan tentang dirinya
yang tidak mendapatkan info untuk melaju ke level 4, ada pula yang bertanya
tentang bulan apa PembaTIK tahun depan dimulai, dan beberapa diantaranya ada
yang meminta file PPT yang saya presentasikan tadi.
Kegiatan berbagi ini terasa menyenangkan karena para kepala sekolah yang
duduk sebagai audience di sana, beberapa diantaranya adalah guru saya
dulu sewaktu SD. Senang dan haru rasanya bahwa kini saya dapat berdiri di
hadapan mereka. Peserta didik yang dulu ‘disuapi’ kini mau ‘berbagi’ di depan
panggung. ‘Reuni dadakan’ adalah kata yang tepat untuk menggambarkan peristiwa
saat itu.
Tanpa disadari, ada orang-orang di balik layar yang menjadi support system saya sehingga dapat membagikan praktik baik di Hotel Forbis yaitu kepala sekolah dan para wakasek. Sebelumnya, saya konsultasi dengan para wakasek dan kepala sekolah terkait tugas PembaTIK level 4 ini. Dari sana, saya mendapatkan informasi bahwa dinas akan mengadakan acara dalam waktu dekat.
Jadi, saya memberanikan diri untuk maju karena ini adalah momentum yang
tepat untuk menebarkan virus kebaikan. Tentu saja hal ini tidak berjalan mulus.
Karena ketua yang mengadakan kegiatan tersebut sedang ada kegiatan di tempat
lain, saya harus bolak-balik ke dinas untuk berkoordinasi, meminta ijin bergabung
dengan kegiatan tersebut. Alhamdulillah, bisa bertemu dengan ibu ketua dan hasilnya
berbuah manis.
BERBAGI DENGAN KELUARGA DI RUMAH
SMP Negeri 4 Cilegon adalah keluarga sekaligus rumah kedua bagi saya. Di
sanalah saya tumbuh dan mengeksplor berbagai hal tentang dunia pendidikan.
Saya merasa senang karena ini adalah pengalaman pertama saya dalam melakukan desiminasi
kepada rekan guru sejawat. Kegiatan pengimbasan tentang implementasi praktik baik
ini dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Oktober 2022 di ruang guru, pukul 10.25
WIB setelah jam istirahat pertama. Ada sekitar 35 orang yang terdiri dari guru,
wakasek, dan bapak kepala sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Mungkin fitur dalam Rumah Belajar yang saya gunakan dalam impelementasi saat
praktik baik bisa dibilang sederhana, yaitu hanya memanfaatkan fitur Sumber
Belajar (peserta didik menonton video pembelajaran). Tapi, dari sanalah kita
dapat mengulik banyak hal, sehingga muncul pertanyaan, “Ada fitur apa lagi
selain Sumber Belajar?” Lantas, saya perkenalkan mereka dengan fitur-fitur
lainnya, seperti Laboratorium Maya, Bank Soal, Kelas Maya, Wahana Jelajah
Angkasa, Blog Pena, Peta Budaya, dan laiinnya serta yang terbaru dari portal Rumah
Belajar yaitu Edugame dan Augmented Reality.
Kami mencoba fitur edugame. Saya memilih salah satu permainan
yaitu Fine the different. Dalam permainan tersebut, ada kalimat yang rumpang.
Karena pertanyaan tersebut muncul di dalam gua, pemain bertugas untuk mencari
jawaban di dalam dinding gua dengan cara mengarahkan lampu senter ke dalam
dinding gua tersebut. Ini menarik! Karena merupakan hal yang baru bagi saya dan
rekan-rekan guru.
Saya ingin agar mindset bapak/ ibu guru di sekolah dapat berubah bahwa game bisa menjadi kegiatan pembelajaran yang seru yakni sebagai ice breaking. Caranya, bapak/ ibu guru membawa laptop dan proyektor ke kelas. Kemudian, bermain game online melalui portal Rumah Belajar dengan para peserta didik. Tentu saja, game yang dimainkan harus ada kaitannya dengan pembelajaran sehingga setelah bermain, akan ada sesi evaluasi maupun tanya jawab terkait game atau materi yang akan dipelajari. Selain itu, game ini juga dapat diterapkan lebih jauh dengan menggunakan model pembelajaran Game Based Learing (GBL). Yuk, simak vlog kegiatan berbagi dan berkolaborasi saya selengkapnya di sini.
Pada akhirnya, PembaTIK level 4 ini telah menyadarkan saya bahwa kita harus mau dan berani berbagi sekecil apapun itu, serta berkolaborasi dengan guru lainnya dalam kegiatan pembelajaran.
Mari kita berkolaborasi dan bertransformasi menumbuhkan ekosistem
digital menuju merdeka belajar!
#PusdatinKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK202 #DutaTeknologiKemendikbudristek #RumahBelajar2022 #PlatformMerdekaMengajar #BerbagiTIK
Saturday, August 22, 2020
Sunday, June 7, 2020
Cerpen Anak: Peri Buruk Rupa
Suatu hari, di sebuah Pulau Peri yang indah ada banyak peri kecil yang hidup di sana. Pulau itu ditumbuhi bunga-bunga besar yang indah, seperti mawar, melati, dan masih banyak bunga indah lainnya. Semua peri yang hidup disana sangat cantik dan menawan. Namun, hanya ada satu peri yang buruk rupa bernama Ulia.
Wajahnya banyak bercak hitam dan warna
sayapnya tampak kusam. Para peri bertanya-tanya, mengapa bisa seperti itu? Bukankah
semua peri itu cantik dan tampan rupawan? Ulia, peri buruk rupa itu merasa malu
dengan dirinya. Tapi, ibunya pernah berkata, “Kita harus mensyukuri apa yang
telah diberikan oleh Tuhan.”
“Aku tidak mau berteman dengan Ulia. Dia jelek
sekali, pasti perangainya juga buruk!” kata Maudy saat terbang melewati sekolah
peri.
“Ya, aku juga tidak mau berteman dengan dia!”
seru Yona. Ulia yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka menjadi sedih.
Keesokan harinya, para peri di pulau peri
sibuk memetik bunga untuk persiapan Perayaan Hari Bunga. Maudy yang saat itu
sedang memetik bunga mawar, tiba-tiba saja menangis. Ternyata, tangannya
tertusuk duri mawar. Banyak darah yang menetes. Maudy berteriak sambil
menangis, tapi tidak ada yang mendengarnya. Lalu, melintaslah Ulia, terbang di
atasnya. Ia hendak memetik bunga melati.
“Tolong... tolong aku, Ulia.” Teriak Maudy
keras.
Ulia kaget dan langsung turun menghampiri Maudy. “Tanganmu
kenapa berdarah, Maudy?”
“Hiks.. hiks.. hiks.. aku tertusuk mawar saat
memetiknya.” Air matanya bercucuran. Uli panik, tapi dengan cekatan ia segera
mencari beberapa daun dan akar kering untuk dililitkan ke tangan Maudy yang
terluka.
“Sudah, Maudy. Jangan menangis, sekarang sudah
tidak ada tetesan darah lagi. Kita harus segera pulang mengambil kotak P3K.
Akan kuobati lebih lanjut.” Ujar Ulia berusaha menenangkan Maudy.
“Ulia, maafkan aku ya... karena selama ini aku
beranggapan buruk tentangmu. Ternyata kamu baik sekali." Kata Maudy sambil
memeluk erat Ulia.
“Iya, tidak apa-apa, Maudy.”
Sejak saat itu, Ulia berteman baik dengan Maudy dan teman
peri-peri lainnya.
Monday, May 18, 2020
Kisi-Kisi PAT Kelas 7 & 8 SMP Tahun Ajaran 2019-2020
- Kisi-Kisi Mapel PAI kelas 7
- Kisi-Kisi Mapel B.Indonesia kelas 7
- Kisi-Kisi Mapel Matematika kelas 7
- Kisi-Kisi Mapel B.Inggris kelas 7
- Kisi-Kisi Mapel IPA kelas 7
- Kisi-Kisi Mapel IPS kelas 7
- Kisi-Kisi Mapel PPKN kelas 7
- Kisi-Kisi Mapel Seni Budaya kelas 7
- Kisi-Kisi Mapel PAI kelas 8
- Kisi-Kisi Mapel B.Indonesia kelas 8
- Kisi-Kisi Mapel Matematika kelas 8
- Kisi-Kisi Mapel B.Inggris kelas 8
- Kisi-Kisi Mapel IPA kelas 8
- Kisi-Kisi Mapel IPS kelas 8
- Kisi-Kisi Mapel PPKN kelas 8
- Kisi-Kisi Mapel Seni Budaya kelas 8
Monday, May 4, 2020
Memahami Materi Buku Fiksi & Nonfiksi
Buku fiksi adalah
buku nonfiksi adalah
Bagaimana cara menemukan informasi yang buku Fiksi dan Nonfiksi?
untuk menemukan informasi dari sebuah buku fiksi/nonfiksi dapat dilakukan dengan cara membaca resensi atau sinopsis tersebut. Resensi atau teks ulasan adalah pembahasan/ pembicaraan tentang sebuah buku, berupa kekurangan dan kelebihan buku tersebut.
Bagaimana menelaah Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi?
Apa itu Indeks buku fiksi dan Nonfiksi?
Cara lain untuk memperoleh informasi dari buku fiksi/nonfiksi yang kita baca adalah melalui indeks. Indeks adalah daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku cetakan (biasanya terletak pada bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah tertentu.
contoh indeks:
Bagaimana cara membuat Resensi Buku Fiksi dan Nonfiksi
Saturday, April 25, 2020
Download Buku "Kegiatan Ramadhan Anak" Gratis
Sunday, April 12, 2020
Cara Mudah Menulis Drama sederhana
Pernahkah sahabat menulis sebuah drama? Jika belum dan tidak tahu bagaimana caranya, kita simak bersama, yuk!
1. Apa itu Drama?
A. Drama Tradisional
- Drama Tutur yakni drama yang berasal dari sastra lisan. Artinya, drama ini hanya diceritakan secara lisan oleh pencerita. Contoh: Sinrili (Sulawesi Selatan), Kentrung (Jawa Timur).
- Drama Rakyat yaitu drama yang sudah memiliki tokoh yang memerankannya. Biasanya, drama ini juga diiringi oleh musik tradisional, tarian daerah, atau lagu daerah. Contoh: Ludruk (Jawa Timur), Lenong (Betawi).
- Drama Klasik yaitu drama yang lahir dari kerajaan atau keraton. Ada aturan-aturan baku yang harus dipenuhi untuk mementaskan drama ini. Contoh: Wayang Kulit, Wayang Golek, Wayang Orang.
- Drama Transisi sebenarnya merupakan drama yang bersumber pada drama tradisional, tetapi sudah ada campuran unsur modernnya.
B. Drama Modern
Apakah Sinetron termasuk dalam drama modern?
2. Ketahui Unsur-Unsur Drama
a) Tema
- Tema kesehatan, seperti Corona (yang sedang menjadi trendig topic saat ini) berarti berisi hal-hal yang menceritakan tentang bahaya Corona/ cara mencegahnya/ mengisahkan pengalaman kita terkait corona ini.
- Tema tentang pendidikan, berarti isi dramanya menceritakan tentang berbau pendidikan. Misalnya, Tokoh si "A" sebagai tokoh utama semangat belajar meskipun kondisi ekonominya terpuruk. Ia ingin menggapai cita-citanya setinggi mungkin
- Nah, jadi sahabat paham kan apa yang dimaksud dengan tema? masih banyak kok tema yang yang lain, seperti kisah cinta, kritik sosial, dan lain sebagainya.
b) Alur
- Eksposisi (pengenalan) yaitu bagian awal yang menjelaskan tokoh-tokoh, karakter/ penokohan, dan latar cerita.
- Konflik yaitu masalah yang dihadapi oleh tokoh dalam drama.
- Klimaks adalah puncak dari konflik yang dialami oleh tokoh dalam drama.
- Resolusi yaitu penyelesaian konfik dan pemecahan masalah dalam drama.
c) Tokoh dan Penokohan
- Tokoh utama adalah tokoh yang menjadi pusat cerita.
- Tokoh Figuran adalah tokoh yang melengkapi cerita yang diperankan oleh tokoh utama.
- Tokoh Antagonis adalah tokoh yang memerankan watak jahat.
- Tokoh Protagonis adalah tokoh yang memerankan watak baik.
- Tokoh Tritagonis adalah tokoh penengah dalam cerita. Tokoh ini bertujuan sebagai pendamai yang menengahi konflik antara tokoh antagonis dan protagonis.
d) Dialog
Percakapan antara tokoh drama disebut dialog. Nah, ini dia yang perlu dipahami. Drama itu sebuah tulisan yang khas yang beda dari yang lain. Dia memiliki dialog/ percakapan antar tokoh.e) Latar
Latar artinya bukan hanya tempat, tetapi juga waktu dan suasana yang ada dalam sebuah drama. Jadi bisa kita simpulkan bahwa jenis latar itu ada 3:- Latar tempat: Warung, Pasar, Sekolah, Pantai, dsb.
- Latar suasana: Mencekam, menegangkan, bahagia, mengharukan, dsb.
- Latar waktu, contohnya: pada siang hari, sore hari, tengah malam, pukul 08.00 WIB, pukul 22.00 WIB, dsb.
f) Amanat
Tidak hanya dalam cerpen, novel, atau puisi, di dalam drama juga harus mengadung amanat. Amanat adalah pesan moral yang disampaikan pengarang melalui drama.g) Petunjuk Laku
3. Struktur dan Kebahasaan Drama
a. Struktur Drama
- Babak adalah istilah lain dari episode. setiap babak memuat satu keutuhan kisah kecil yang menjadi keseluruhan drama. Jadi, babak merupakan bagian dari naskah yang merangkum sebuah peristiwa yang terjadi di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu.
- Adegan merupakan bagian dari drama yang menunjukkan perubahan peristiwa. Perubahan ini ditandai dengan pergantian tokoh atau setting tempat dan waktu. Misalnya, dalam adegan pertama terdapat tokoh A sedang berbincang dengan B, mereka berjalan lalu bertemu dengan tokoh C, maka terdapat perubahan adegan di dalamnya.
- Dialog ialah percakapan antar tokoh dalam sebuah drama.
- Prolog dan Epilog. Prolog yaitu ucapan pembuka yang diucapkan oleh narator dalam atau tokoh utama dalam bentuk monolog, sedangkan epilog yaitu ucapan penutup yang diucapkan di akhir drama. Biasanya berisi tentang kesimpulan dari drama yang dimainkan atau makna dan pesan dari drama tersebut.
Keterangan:
- Ucapan pembuka yang diceritakan oleh narator disebut prolog.
- Percakapan antara Dimas dan ayah disebut sebagai dialog.
- Epilog dalam drama ini berisi tentang kesimpulan drama tersebut yaitu akhirnya Dimas tidak jadi pergi ke tempat pangkas rambut. Ia memilih untuk potong rambut bersama ayahnya di rumah.
b. Kebahasaan Drama
- Seluruh cerita berbentuk dialog, baik ucapan tokoh maupun narator.
- Terdapat kalimat langsung yang diapit oleh tanda petik dua (“.....”).
- Petunjuk laku drama ditulis dalam tanda kurung (.....).
- Petunjuk laku drama menggunakan bahasa yang baku.
- Bahasa dalam dialog disesuaikan dengan karakter tokohnya.
4. Mulailah Menulis Naskah Drama
Hal yang perlu diperhatikan sebelum menulis naskah drama:
- Memilih/ menentukan tema cerita yang hendak di tulis
- Menyusun kerangka cerita drama: tentukan siapa tokohnya? watak tokoh tersebut seperti apa? dimana latarnya? rangkaian ceritanya seperti apa?
- Tulislah cerita tersebut menjadi sebuah drama sederhana.
Contoh drama sederhana
Download contoh Drama Corona sederhana disini!
Download contoh Drama Corona (3 babak) disini!
Monday, April 6, 2020
Sunday, April 5, 2020
5 Cara Mudah Membuat Logo Sendiri
Saturday, April 4, 2020
Thursday, April 2, 2020
6 Cara Biar Gak BT Stay at Home
Sahabat Novela, seiring dengan gencarnya pandemi covid-19 yang sudah merebak ke seluruh penjuru negera termasuk Indonesia, maka Presiden Republik Indonesia menetapkan keputusan untuk meliburkan seluruh aktivitas di luar ruangan, seperti sekolah dan bekerja agar dilakukan di rumah/ stay at home. Bahkan, Ujian Nasional SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dibatalkan.

















